TEKNO

Siap diproduksi, Mahasiswa ITB Ciptakan NIVA Alat Pendeteksi Sakit Jantung

2019-12-16 • 512 Melihat • 17 Menyukai • 17 Komentar • 13 Kuis

Sekelompok Ahli Teknik Biomedika STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika) Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mengembangkan alat untuk mendeteksi penyakit jantung atau kardiovaskuler. 

Alat tersebut bernama Non-Inasive Vascular Analyzer atau biasa disebut dengan NIVA. 

NIVA merupakan perangkat non-invasif yang dilengkapi dengan sensor PPG (photoplethysmograph) dan sensor tekanan darah, untuk menganalisa kondisi pembuluh darah.

NIVA dirancang mampu mengukur fungsi vaskuler dengan enam parameter, dan tingkat risiko vaskuler untuk lima parameter secara sekaligus. 

Tati Latifah Erawati selaku Ketua Tim pembuat NIVA menjelaskan penelitian alat tersebut sudah dimulai sejak tahun 2013 silam. 

Hasil gambar untuk alat pendeteksi sakit jantungAlat pendeteksi sakit jantung NIVA/ Foto: tstatic.net

Penelitian ini dibekali oleh dana Penelitian Unggulan Strategis Nasional dari DIKTI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selama tiga tahun. 

Idenya sendiri muncul karena permintaan dokter untuk menghadirkan alat yang mampu mendeteksi lebih awal, gejala terjadinya sumbatan dalam pembuluh darah.

Penyumbatan pembuluh darah sendiri termasuk penyakit yang cukup menakutkan. 

Hasil gambar untuk alat pendeteksi sakit jantungNIVA/ Foto: beritasatu.com

Penyakit ini terjadi karena penumpukan plak di dalam pembuluh darah. Munculnya plak tersebut dipicu oleh berkurangnya Nitric Oxide. 

Pasalnya, biaya pengobatan penyakit pembuluh darah masih sangat mahal. Sehingga kehadiran NIVA tentu sangat membantu. 

Tati menyebut alat ini dapat membantu BPJS dalam mendeteksi risiko penyakit stroke dan jantung.

Hasil gambar untuk alat pendeteksi sakit jantungNIVA/ Foto: beritasatu.com

Alhasil NIVA resmi diluncurkan oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Kadarsah Suryadi di Gedung Center of Research and Community Service (CRCS) ITB pada Kamis, 12 Desember 2019 lalu. 

Peluncurannya sendiri dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia, Prof. Bambang P. Brodjonegoro.

Kabarnya alat ini siap diproduksi supaya dapat berguna bagi masyarakat banyak. 

Bahkan NIVA sudah diuji coba di dua Rumah Sakit, yaitu RS Jantung Harapan Kita Jakarta dan RS Hasan Sadikin Bandung.

Semoga alat ini benar-benar bisa membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia bahkan dunia. 
 

Tulisan ini dibuat oleh tim PEWEFEED.COM dari berbagai sumber
ARTIKEL TERBARU LAINNYA