TEKNO

Samsung Punya Cara Baru untuk Memantau Kadar Glukosa Tubuh Tanpa Perlu Menusuk Jari

2020-01-30 • 952 Melihat • 33 Menyukai • 43 Komentar • 158 Kuis

Beberapa tahun belakangan, para peneliti berharap agar seseorang tidak perlu berhubungan dengan jarum saat melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kadar glukosa dalam tubuhnya.

Seolah menjawab kebutuhan tersebut, Samsung rencananya akan merilis teknologi terbaru yang dapat mengetahui kadar glukosa dalam tubuh tanpa harus menancapkan jarum pada jari.

Sejauh ini studi ilmiah telah menunjukkan bukti mendasar bahwa untuk memantau kadar glukosa darah dapat dilakukan secara spektroskopi noninvasive atau memantulkan cahaya.

Alat suntik cek kadar glukosa/ foto: hindustantimes.com

Metode baru yang diperkenalkan Samsung sejauh ini belum disiapkan untuk suatu produk. Awalnya, perusahan besar tersebut menyayangkan adanya fakta bahwa pemeriksaan diabetes dan biaya terkait penyakit diabetes meningkat di seluruh dunia.

Oleh karenanya, pemantauan glukosa darah yang efektif dinilai lebih penting daripada sebelumnya. Sementara metode konvensional selama ini mengharuskan seseorang yang mengidap diabetes menusuk jari mereka untuk mengambil tetes darah.

Teknologi mendeteksi kadar gula tanpa jarum diperkenalkan sebagai alternatif non-invasif yang akan meminimalkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pasien. Metode yang diperkenalkan Samsung ini telah menjadi mimpi lama dalam manajemen diabetes.

Alat suntik cek kadar glukosa/ foto: vox-cdn.com

Baru-baru ini, para peneliti di Samsung Advanced Institute of Technology (SAIT), Samsung Electronics, bekerja sama dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT), mengembangkan metode inovatif, non-invasif untuk memantau kadar glukosa darah.

Teknologi baru tersebut menggunakan teknik yang dikenal sebagai spektroskopi Raman. Pada 24 Januari, para peneliti mempresentasikan temuan mereka di Science Advances, sebuah jurnal ilmiah dari American Association for Advancement of Science.

Dalam hal ini, peneliti Samsung telah membuktikan bahwa mereka bekerja lebih dari sekadar mengembangkan ponsel dan TV baru.

Dalam sebuah pengumuman hari Rabu itu, perusahaan mengungkapkan bagaimana inovasi terbarunya itu dapat digunakan untuk memantau kadar glukosa darah tanpa mengharuskan pasien menusuk jari mereka untuk mengambil darah.

Teknik yang dikenal sebagai "spektroskopi Raman" ini pada dasarnya menciptakan sistem yang memanfaatkan metode laser untuk identifikasi komposisi kimia.

Dengan menyesuaikan sinar laser, sistem ini memungkinkan para dokter untuk melakukan pengamatan langsung terhadap kenaikan glukosa menggunakan spktroskopi Raman.

Berdasarkan pengambilan sample yang telah dilakukan Samsung, para peneliti menambahkan bahwa teknologi baru tersebut menunjukkan akurasi prediksi tertinggi dibandingkan dengan pengambilan sample darah menggunakan jarum.

Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal memperkirakan, pada tahun 2017 sekitar 30,3 juta orang di Amerika Serikat memiliki gejala diabetes, dan 23,1 juta diantaranya telah didiagnosis positif.

Mereka yang menderita diabetes perlu beberapa kali memantau kadar glukosa darah mereka untuk memastikan bahwa gula darah mereka tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.

"Pemantauan glukosa darah non-invasif telah menjadi topik diskusi besar selama beberapa dekade, dan saya percaya bahwa temuan kami akan membantu para ahli kesehatan memandu arah studi masa depan untuk penginderaan glukosa non-invasif," kata Dr. Sung Hyun Nam, seorang peneliti di SAIT's Laboratorium Kesehatan Seluler.

"Kami akan terus memecahkan masalah yang menantang dengan keyakinan bahwa ini akan mengarah pada komersialisasi sensor glukosa darah non-invasif, dan pada akhirnya membantu membuat hidup lebih mudah bagi penderita diabetes."

Apple Watch/ foto: idropnews.com

Samsung bukan satu-satunya yang bekerja pada pemantauan glukosa non-invasif, tetapi ketika perusahaan lain seperti GlucoWise telah mengumumkan produk yang mereka kembangkan dengan teknologi tersebut, pengumuman Samsung tidak merujuk pada rencana jangka pendek untuk membawa teknologi ini ke pasar.

Di satu titik, sebenarnya telah bermunculan teknologi serupa yang bisa dipakai untuk melihat peningkatan jumlah glukosa dalam beberapa tahun terakhir. Sebut saja misalnya Apple Watch yang  memiliki elektrokardiogram pada model Seri 4 dan 5.

Selain itu, arloji pintar bernama Fitbit baru-baru ini mengaktifkan fitur pemantauan darah-oksigen pada tubuh penggunanya.

Tulisan ini dibuat oleh tim PEWEFEED.COM dari berbagai sumber
ARTIKEL TERBARU LAINNYA