TEKNO

Perusahaan Alphabet Ungkap Pendapatan YouTube Yuk Intip!

2020-02-05 • 577 Melihat • 46 Menyukai • 33 Komentar • 101 Kuis

Untuk pertama kalinya, angka pendapatan YouTube dirilis secara terbuka. Tujuan perusahaan induk Google bernama Alphabet merilis besaran pendapatan ini kepada media antara lain untuk memberikan pandangan eksklusif bagi para investor.

Alphabet mengungkap angka yang cukup fantastis terkait pendapatan untuk dua bisnis utamanya, yaitu dari YouTube dan Google Cloud. Sejauh ini, kamu telah berkontribusi terhadap platform video YouTube hingga menghasilkan $ 15 miliar.

Pendapatan Youtube/ Foto: kinja-img.com

Penghasilan YouTube tersebut mengalami kenaikan dari hasil penjualan iklan pada 2019 sebesar 36%. Tahun sebelumnya, Alphabet ‘hanya’ meraup penghasilan sebesar $ 11 miliar. Sementara itu, pendapatan yang diperoleh dari Google Cloud sebesar $ 8,9 miliar untuk tahun ini, dan mengalami kenaikan sekitar 53% dari tahun sebelumnya.

Untuk pertama kalinya, Alphabet menjadi perusahaan triliun dolar yang membawahi Google dan YouTube. Raksasa teknologi itu bergabung dengan Apple, Amazon, dan Microsoft sebagai satu-satunya perusahaan AS yang mencapai ambang tersebut.

Kontroversi di balik pendapatan yang maksimal

Alphabet/ Foto: turner.com

Di tengah pencapaiannya itu, Google sebenarnya juga menghadapi periode paling kacau selama lebih dari dua dekade keberadaannya. Perusahaan situs pencarian raksasa itu sempat berurusan dengan investigasi antitrust dari pejabat negara dan federal.

Pada hari Senin, Pichai selaku CEO Alphabet menyajikan informasi beragam untuk dibagikan kepada para investor. Pada kuartal yang berakhir tanggal 31 Desember 2019, Alphabet menerima pendapatan mencapai $ 46,07 miliar dalam penjualan. Meskipun demikian, angka tersebut masih terhitung di bawah estimasi pencapaian sebesar $ 46,94 miliar.

"Investasi kami masih berfokus dalam ilmu komputer, termasuk kecerdasan buatan, komputasi ambient dan komputasi penyimpanan sehingga memberikan dasar yang kuat untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan peluang baru di seluruh perusahaan Alphabet," kata Pichai.

Dalam beberapa tahun terakhir, YouTube telah menjadi bagian yang paling penting dari bisnis Alphabet. Saat ini, orang-orang mulai mencari hal-hal yang lebih dari sekedar mesin pencarian di beranda Google.

YouTube menjadi platform yang punya lebih dari 2 miliar pengunjung perbulan sehingga menimbulkan sejumlah sumber kontroversi bagi Alphabet. Sejauh ini, YouTube telah berusaha membersihkan situs konten yang mempromosikan ekstremisme dan eksploitasi anak.

Kenyamanan dan privasi pengguna akan ditingkatkan

Kenyamanan dan privasi pengguna/ Foto: marketwatch.com

Dalam konferensi pers dengan para analis, Pichai juga memberikan pandangan sekilas pada bisnis YouTube. Ia mengatakan bahwa YouTube Music dan Premium memiliki total 20 juta pelanggan berbayar. YouTube TV dan layanan kabel perusahaan memiliki 2 juta pelanggan di AS.

"Ketika Anda melihat fakta bahwa orang-orang mengkonsumsi banyak barang dan jasa sebagai bagian dari pengalaman mereka di YouTube, kita juga berusaha mencari cara bagaimana kita bisa menciptakan pengalaman perdagangan yang lebih baik dan itu merupakan peluang besar bagi kita," kata Pichai.

Bisnis Google Cloud atau ruang penyimpanan virtual juga telah menjadi titik fokus besar bagi perusahaan. Google Cloud bahkan sempat mengalami kontroversi dalam pelayanannya. Dua tahun lalu, pekerja Google memprotes perusahaan besar ini terkait kontrak Cloud dengan Pentagon untuk proyek yang disebut Maven. Kontrak ini menggunakan kecerdasan buatan untuk meningkatkan analisis rekaman drone. Setelah menerima protes, Google mengatakan tidak akan memperpanjang kontrak.

Google juga menginformasikan kemunduran dalam bisnis perangkat keras konsumennya, meskipun perusahaan tidak memberikan angka spesifik. CFO Ruth Porat menyebutkan, pendapatan hardware menurun terhadap perangkat bermerek Google, termasuk telepon Pixel, speaker pintar Nest Mini dan router Google Wi-Fi.

Tulisan ini dibuat oleh tim PEWEFEED.COM dari berbagai sumber
ARTIKEL TERBARU LAINNYA