GADGET

Demi Selamatkan Bumi, Perusahaan di Finlandia Ciptakan Headphone dari Jamur Alami

2019-12-18 • 776 Melihat • 56 Menyukai • 26 Komentar • 0 Kuis

Headphone bukan lagi sebuah alat yang dapat membantu seseorang mendengarkan musik kesukaan.

Perangkat tersebut bahkan telah menjadi gaya hidup yang tidak lepas dari kehidupan kita sehari-hari.

Bayangkan, berapa banyak plastik dan sampah yang dihasilkan dari benda yang bernama Headphone jika dikumpulkan di seluruh dunia?

Sebuah perusahaan di Finlandia merasa perlu menangani permasalahan sampah terlebih yang dihasilkan dari plastik.

Bekerja sama dengan ilmuwan dari VTT Technical Research Center Finlandia dan Aalto University, Aivan berusaha mengubah produk fabrikasi ini dalam bentuk objek tiga dimensi yang dapat di daur ulang.

Jamur, adalah jenis tumbuhan yang dapat diandalkan untuk menciptakan sebuah produk bioplastik berbasis ragi dan bahan lain yang dapat dihancurkan oleh mikroba. Hasilnya, Aivan telah berhasil menciptakan headphone berlabel Korvaa.

Headphone dari jamur alami/ Foto: dezeen.com

Secara keseluruhan, headphone Korvaa menampilkan enam substansi yang nantinya dapat dihancurkan oleh mikroba ketika sudah tidak lagi digunakan.

Produk yang mereka luncurkan dirancang untuk menunjukkan potensi teknologi yang dikenal sebagai biologi sintetis, atau "synbio".

Proses yang cukup rumit ini menggabungkan teknik biologi untuk mengoptimalkan proses penghancuran alami ke dalam produk seperti bahan fabrikasi.

Metode yang digunakan hampir sama dengan proses biologi dalam menghasilkan energi dan mengobati penyakit.

Tim Aivan memilih menciptakan produk headphone karena begitu banyak perangkat yang mengandung bahan plastik di dalamnya, mulai dari plastik yang keras hingga jaringan lentur dan tekstil lembut yang kasar.

Berkat inovasi baru hasil penemuan perusahaan Aivan, rangka plastik kaku headphone kini terbuat dari bioplastik bebas minyak yang diproduksi menggunakan asam laktat dalam ragi roti.

Polimer asam polilaktat (PLA) ini dapat terurai secara hayati dan dapat digunakan untuk pencetakan produk 3D.

Headphone jamur/ Foto: dezeen.com​​​​​​​

Padding yang terletak di atas telinga diproduksi dari jamur yang disebut trichoderma reesei, atau yang dijuluki "pembuat gelembung terkuat dari alam" oleh tim di Aivan.

Jamur ini menumbuhkan sel ke udara, membuat protein berbusa yang disebut hidrofobin.

Peneliti Synbio mencampurnya dengan selulosa tanaman untuk menjaga strukturnya agar tetap stabil meskipun lunak.

Bagian pelapis yang berbentuk busa adalah miselium, yang merupakan bagian bercabang seperti akar dari jamur.

Miselium ini seringkali digunakan banyak perusahaan untuk produk pakaian dan arsitektur.

Jamur yang dimanfaatkan dalam pembuatan produk ini adalah jenis jamur phanerochaete chrysosporium yang memiliki tekstur kasar sehingga dapat diaplikasikan dengan cukup nyaman di telinga.

Headphone darI jamur/ Foto: urdesignmag.com

Headphone juga membutuhkan penutup seperti jaring untuk bagian speaker. Di Korvaa, penutup ini dibuat dari protein yang diproduksi secara mikro dari sutra laba-laba, salah satu komponen kokoh ditemukan di alam.

Versi biosintetik dari sutra yang digunakan di sini juga seringkali dimanfaatkan untuk membuat rompi anti peluru.

Jamur, bioplastik dan protein berbasis sutra laba-laba telah digunakan untuk membuat headphone. Peneliti Synbio mengumpulkan serat halus menjadi struktur yang lebih besar menggunakan electrospinning, di mana ujung ekstrusi bermuatan negatif menembak material ke piring bermuatan positif.

Bagian lain dari headphone ini adalah selulosa, yang merupakan bahan struktural utama pada tanaman, tetapi dapat diproduksi lebih cepat oleh mikroba dan enzim.

Dalam peluncurannya, headphone bermerk Korvaa mengusung konsep desain produk daur ulang untuk masa depan.

Tulisan ini dibuat oleh tim PEWEFEED.COM dari berbagai sumber
ARTIKEL TERBARU LAINNYA